Kuliah Mekatronik? Jenis Resistor Ini Wajib Kamu Tahu untuk Memaksimalkan Rakitanmu

Kuliah Mekatronik? Jenis Resistor Ini Wajib Kamu Tahu untuk Memaksimalkan Rakitanmu

Jenis resistor – Ilmu teknik mekatronika sinergis (gabungan) dari beberapa cabang ilmu keteknikan, seperti teknik mesin/mekanik, teknik kendali, teknik elektro, dan ilmu komputasi (computer science, software and hardware). Tujuan dari ilmu mekatronika ini adalah menghasilkan suatu produk otomasi yang cerdas dengan kinerja yang optimal dan efisien.

Meski menjadi salah satu jurusan yang tergolong baru di Indonesia, namun pengincarnya juga cukup banyak lho! Jurusan mekatronika mempelajari banyak hal diantaranya adalah Ilmu mekanika Teknik dan Ilmu Bahan, Ilmu Mekanik Terapan, Ilmu Teknik Listrik dasar dan terapan, Ilmu Elektronika Analog dan Digital, Ilmu komunikasi elektronik, Sensorik dan Instrumentasi Industri, Teknik penggerak dan Mesin-mesin Listrik, dan masih banyak lagi.

Karena salah satu ilmu utama yang dipelajari tidak jauh dari listrik dan elektronik, maka wajib hukumnya jika kamu kuliah mekatronika harus mengenal apa itu resistor dan apa saja jenisnya. Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (Ω). Sebutan “OHM” ini diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga merupakan seorang Fisikawan Jerman.

Resistor sendiri memiliki beberapa jenis yang dalam penggunaannya pun juga berbeda. Dalam merakit alat elektronik, kamu harus paham jenis resistor manakah yang akan kamu pilih dan gunakan untuk rakitan kamu. Berikut adalah beberapa resistor yang di jual di pasaran.

Jenis-Jenis Resistor

  1. Fixed Resistor

Fixed Resistor adalah jenis resistor yang nilai resistansinya tetap. Nilai resistansi resistor ini biasanya ditkamui dengan kode warna atau kode angka. Adapun yang tergolong dalam kategori fixed resistor berdasarkan komposisi bahan pembuatnya ada tiga, yakni:

  • Carbon Composition Resistor 

Resistor jenis carbon composition terbuat dari komposisi karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk sebagai pengikatnya (binder) agar mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan. Makin banyak bahan karbonnya makin rendah pula nilai resistansi atau nilai hambatannya. Nilai resistansi untuk resistor jenis ini biasanya berkisar dari 1Ω sampai 200MΩ dengan daya 1/10W sampai 2W.

    • Carbon Film Resistor

Jenis carbon fim resistor ini terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah. Nilai resistansi carbon film resistor berkisar di antara 1Ω sampai 10MΩ dengan daya 1/6W hingga 5W. Rendahnya kepekaan terhadap suhu membuat jenis fixed resistor ini dapat bekerja di suhu berkisar dari -55°C hingga 155°C.

  • Metal Film Resistor

Metal film resistor adalah jenis resistor yang dilapisi dengan film logam yang tipis ke subtrat keramik dan dipotong berbentuk spiral. Nilai resistansinya dipengaruhi oleh panjang, lebar, dan ketebalan spiral logam. Secara keseluruhan, resistor jenis metal film ini merupakan yang terbaik di antara jenis-jenis yang ada di atas.

  1. Variable Resistor

Variable Resistor adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah dan diatur sesuai keinginan. Pada umumnya, variable resistor terbagi menjadi potensiometer, rheostat, dan trimpot.

  • Potensiometer

Potensiometer merupakan variable resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah dengan cara memutar porosnya melalui sebuah tuas. Nilai resistansi potensiometer biasanya tertulis di badan potensiometer dalam bentuk kode angka.

  • Rheostat

Rheostat merupakan variable resistor yang dapat beroperasi pada tegangan dan arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari lilitan kawat resistif dan pengaturan nilai resistansi dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid.

  • Preset Resistor (Trimpot)

Preset resistor atau sering juga disebut dengan trimpot adalah jenis variable resistor yang berfungsi seperti potensiometer, tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil dan tidak memiliki tuas. Untuk mengatur nilai resistansinya, dibutuhkan alat bantu seperti obeng kecil, untuk dapat memutar porosnya.

  1. Thermistor (Thermal Resistor)

Thermistor adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dapat dipengaruhi oleh suhu. Thermistor merupakan singkatan dari Thermal Resistor. Thermistor ada dua jenis, yaitu thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) dan thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient).

  1. LDR (Light Dependent Resistor)

LDR atau Light Dependent Resistor adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterimanya. Resistansinya akan menurun jika ada penambahan intensitas cahaya yang mengenainya.

Bagaimana sekarang sudah paham kan bahwa ternyata resistor itu banyak jenisnya? Jadi kamu tidak boleh sembarangan menggunakan resistor dalam rakitan yang kamu buat ya! kamu perlu memastikan fungsi dan penggunaannya sesuai kebutuhan kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.