Resistor adalah? Pengertian & Cara Kerjanya

Resistor adalah Pengertian & Cara Kerjanya

Apa itu resistor? Jika kamu terjun di dunia elektronika, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah resistor. Ulasan kali ini akan membahas apa itu pengertian, cara kerja, dan beberapa jenis resistor.

Pengertian Resistor

Istilah resistor cukup dikenal di dunia elektronika. Resistor adalah jenis komponen elektronika yang paling umum digunakan dalam rangkaian dan perangkat elektronik. Hampir semua rangkaian elektronika menggunakan resistor. Secara detail, resistor berfungsi sebagai pengatur arus listrik, pembagi tegangan listrik, pembatas arus listrik, dan juga penurun tegangan listrik Pada intinya resistor adalah komponen elektronika pasif yang mempunyai nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berperan untuk membatasi dan mengatur arus listrik pada suatu rangkaian elektronika. Resistor atau dengan bahasa Indonesia kerap disebutkan dengan hambatan atau tahanan, umumnya dipersingkat dengan huruf “R”.

Satuan resistor adalah Ohm (Ω) dan dapat diukur menggunakan avometer atau multitester. Simbol Ohm menunjukkan resistansi dalam sirkuit dari nama Georg Ohm – seorang ahli fisika Jerman yang menemukannya. 

Cara Kerja Resistor

Resistor bekerja pada prinsip hukum Ohm dan dapat dinyatakan bahwa tegangan melintasi terminal resistor berbanding lurus dengan arus yang mengalir melalui itu.  Resistor dalam sirkuit akan mengurangi arus dengan jumlah yang tepat.

Tahukah kamu, jika kamu melihat resistor dari luar, kemungkinan besar akan terlihat sama. Namun, jika kamu membukanya lebih lanjut, kamu akan melihat batang keramik isolasi yang mengalir di tengah dengan kawat tembaga melilit di luar. Resistensi tergantung pada putaran tembaga itu. Semakin tipis tembaga, semakin tinggi resistansi karena lebih sulit bagi elektron untuk melewatinya. Seperti contohnya, lebih mudah bagi elektron mengalir di beberapa bahan konduktor daripada isolator.

George Ohm mempelajari hubungan antara resistansi dan ukuran bahan yang digunakan untuk membuat resistor. Dari studi yang Georg Ohm lakukan diketahui bahwa resistansi (R) dari suatu material meningkat karena panjangnya meningkat. Ini berarti bahwa kabel yang lebih panjang dan lebih tipis memberikan lebih banyak resistansi. Di sisi lain, resistansi berkurang ketika ketebalan kabel meningkat.

Jenis-Jenis Resistor

Pada umumnya resistor dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis diantaranya adalah fixed resistor, variable resistor, thermistor, light dependent resistor.

Fixed Resistor

Fixed resistor adalah jenis resistor yang mempunyai nilai resistansinya tetap. Nilai resistansi atau hambatan dari resistor ini umumnya diikuti dengan kode warna atau kode angka. 

Variable Resistor

Variable resistor adalah jenis resistor yang nilai resistansinya bisa berubah dan diatur sesuai kemauan. Umumnya variable resistor terbagi menjadi 3 jenis yaitu: potensiometer, rheostat, trimpot.

Thermistor

Thermistor adalah jenis resistor yang nilai resistansi atau nilai hambatannya dipengaruhi oleh suhu. Thermistor merupakan singkatan dari “Thermal Resistor” yang berarti tahanan (Resistor) yang berhubungan dengan panas.

Light Dependent Resistor (LDR)

Light Dependent Resistor atau disingkat dengan LDR adalah jenis resistor yang nilai hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. Nilai hambatan LDR akan jadi menurun ketika cahaya terang dan nilai hambatannya bisa menjadi tinggi apabila dalam kondisi gelap. 

Itu dia penjelasan terkait resistor dan cara kerjanya. Kini kamu bisa memahami dan mengetahui pilihan resistor manakah yang paling tepat sesuai kebutuhanmu. Hati-hati dalam pemilihan dan pemasangan rangkaian, karena kesalahan dalam ini membuat rangkaian kamu bisa gagal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.